Santri Jaga Negeri



SANTRI JAGA  NEGERI

Pancasila sebagai kekayaan bangsa yanng sangat berharga dan terbukti sangaat relevan dalam menyatukan dan menjadi pegangan bagi bangsa ini. Karena itu ideologi negara ini perlu dijaga, maka santri harus berdiri di barisan terdepan. Term jihad akhir-akhir ini memang kembali menjadi perbincangan intens di kalanagan akademisi, peneliti, dan juga pemerhati.

Keadaan  yang demikian  bisa dimaklumi seiring masih merebaknya isu terorisme. Di Indonesia Sendiri adanya penyempitan dan kesalahan makna jihad meminjam bahasa peters sangat ironis: melawan orang yang anti agama. Dari sanalah rantai kesalahan pemaknaan jihad, terutama yang terjadi di Indonesia, merebak dan membiak sampai saat ini. Dari sanalah kemudian timbul istilah memerangi kafir,liyan, musyrik, dan anti agama.

Merujuk pada teks-teks klasik semisal fathul muin Imam Zainuddin Al-Malyabari, fakultatif yang bukan saja memiliki arti sebatas mengangkat senjata, melainkan lebih dari itu juga menyasar aspek pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam berbangsa dan bernegara yang terdiri dari minimal sandang, pangan, papan dan keamanan.

Dalam surat At-Tin Tuhan bersumpah dengan menggunakan redaksi “ wa hadzal baladil amin “ yang berarti “ dan demi negara ini yang aman “ keamanan dan ketentraman adalah keadaan yang selalu diajarkan oleh Islam kepada pemeluknya. Sebagai santri haruslah mengerti jihad difa`i jihad yang dalam artian membela negara, membela kedaulatan segala aspek negara yang meliputi pendidikan, kebudayaan, politik, ekonomi, dan tentu saja kedautlatan militernya.

Jihad defensif memilki arti bahwa seluruh kegiatan bela negara ditunjukan untuk membentengi negara dari berbagai ancaman yang merongrong kedaulatan negara. Maka, dengan pemaknaan yang luas tersebut, jihad defensif tidak benar jika hanya dimaknai sekadar mengangkat senjata. Ia bisa dilakukan dengan cara melesterikan tradisi baik dan mengembangkan berbagai temuan baru. Adanya kaidah “ alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidi ashlah” yang berarti melestarikan tradisi dan mengembangkan temuan-temuan terkini.

Narasi bela negara dan semangat nasionalisme sejak dulu sudah dibangun oleh pendahulu-pendahulu  kita. Tugas dan pekerjaan rumah besar kita adalah mempertahankan nilai dan semangat tersebut.


Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat.

Dari Ulama Untuk Bangsa



Ada tiga konsep tentang ukhuwah (persaudaraan), yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). Pentingnya cinta tanah air, terletak pada kepahaman sekaligus kesadaran transendental dari ulama-ulama Indonesia akan pentingnya berbangsa dan bernegara.
Konsep hubbul wathan minal iman (mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman) yang digagas oleh K.H.A. Wahab Hasbullah adalah bukti nyata bahwa nasionalisme menjadi isu penting yang harus diperhatikan. Dan, di negara-negara Teluk, tampaknya hal ini tidak kita temui.

Dalam sebauah wawancara soal kontroversinya memerintahkan Banser untuk menjaga geraja, Gus  Dur pernah mengatakan  kurang lebih seperti ini, “kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja. Sebab, gereja itu ada di Indonesia,Tanah Air kita. Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah apapun di Bumi Indonesia. Pelajaran penting dari ucapan Gus Dur bahwa yang penting dirawat adalah akal sehat untuk selalu menghargai perbedaan dan mencintai tanah dan bangsa tempat kita dilahirkan. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Diriwayatkan oleh Ahmad bahwa Ibnu Abbas mengatakan, adalah Rasulullah S.A.W. Setiap kali mengutus bala tentaranya, maka beliau selalu berpesan: berangkatlah dengan  nama Allah. Dan, janganlah kalian curang, jangan mencuri  harta rampasan, dan jangan membunuh orang-orang yang berada di dalam gereja. Hadis ini sangat penting dalam konteks saat ini bahwa rumah ibadah agama serta keyakinan apapun haram hukumnya diserang dan diluluhlantakan atas alasan dan kepentingan apapun.

Dahulu pernah ada sidang pleno PBNU menyikapi aliran Ahmadiyah. Pada tahap sidang komisi, para anggota sepakat menilai bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Namun di level sidang pleno yang dipimpin Ra`is `Aam NU secara langsung dan didampingi beberapa kiai sepuh lainnya, hasil sidang komisi tersebut diubah. KH. Sahal Mahfudz (Ra`is `Aam NU kala itu) menasihati para anggota sidang komisi fatwa, jangan menggunakan bahasa caci maki. Kita perhalus bahasanya.

Kemuadian KH. Sahal mendikte redaksi kata-katanya: aliran Ahmadiyah adalah aliran agama Islam yang ditolak oleh umat Islam internasional. Sepintas tidak ada yang  beda . Namun kalau kita cermati maksud Mbah Sahal, ada ilmu hikmah yang bsa kita petik. Bahasa caci maki menunjukkan aroma kebencian. Jika para elite PBNU menggunakan redaksi bahasa caci maki, bisa “habis” orang-orang Ahmadiyah

Dari kedua cerita di atas pentingnya tiga konsep ukhuwah untuk membuat perdamaain apalagi di negeri kita yang memang sangat beragam.
Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat pantengin terus ya postingan-postingan saya di ngangguronline


BERAGAMA DI NEGARA BHINNEKA


BERAGAMA DI NEGARA BHINNEKA

Akhir-akhir ini masalah perbedaan agama selalu diributkan padahal yang patut direnungkan mengapa dulu, saat di mana zaman pendidikan belum begitu maju, belum banyak orang yang mengenyam bangku sekolah, bahkan belum mengenal kehidupan kuliah, rasa tenggang rasa dan toleransi bisa mengejawantah,  sedangkan sebaliknya secara diametral hari ini banyak anak lulusan kuliah, tetapi kenyataanya justru rasa toleransi dan tenggang rasa semakin memudar.

Suatu hari ada kiai-kiai NU kumpul di sebuah pondokpesantren.  Saat itu Mbah Yai Ahmad Mustofa Bisri ingin menerangkan awal mula kesalahan beragama.
Beliau melemparkan pertanyaan, “PPP, PDIP, dan Golkar itu wasilah atau ghoyyah?

Para kiai pun serempak menjawab dengan mantapnya, ada malah yang setengah berteriak.
Kiai sepuh itu pun serempak menimpali, “Nilai 100 untuk bapak-bapak kiai. NU, Muhammadiyah dan semacamnya itu wasilah atau ghoyyah”? Mbah Mustofa Bisri bertanya lagi.
Para kiai kemudian menjawab pelan agak ragu-ragu, “wasilah....”

Beliau hanya tersenyum mendengar nada jawaban para kiai yang mulai merasa berubah.
Pertanyaan terakhir, kiai sepuh itu bertanya, “Islam, Katholik, Hindu, dan semacamnya itu wasilah atau ghoyyah?”

Seketika itu pula ruangan menjadi hening, tidak ada kiai yang menjawab. Mbah Mustofa Bisri sampai mengulangi pertanyaanya tiga kali, tetapi para kiai tersebut tetap diam.

Ghoyyah berarti tujuan akhir. Wasilah berarti sarana menuju.

Kemudian ada kiai yang balik bertanya, “kalau pendapat Gus Mus sendiri bagaimana?”
Dengan mantap beliau menjawab, “Agama Islam adalah wasilah.”
Para kiai kemudian ribut sendiri, lho, bagaimana bisa agama Islam adalah wasilah?”
Sekali lagi dengan mantap Mbah Yai Ahmad Mustofa Bisri  menjawab penuh kharisma, “karena ghoyyah-nya .....Allah.”

Seketika itu pula semua kiai di ruangan tersebut kembali diam.
Mbah Mustofa Bisri lantas membuat pengandaian. Kalau anda ingin ke Jakarta memakai mobil, bus, atau kereta api, tidak akan sampai. Karena sedang  banjir, melalui jalan darat tidak mungkin sampai. Hanya bisa  sampai ke Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang. Meski menjadi satu-satunya sarana transportasi yang bisa menjangkau Jakarata, pesawat terbang ini tetap hanya wasilah (sarana menuju).

Oleh karena itu, di berbagai kesempatan,  Mbah Mustofa Bisri menasehati Nahdliyin untuk selalu menghormati umat beragama lain. Bagaimanapun, umat beragama lain pada dasarnya sama seperti umat Muslim, yaitu sedang berusaha menuju-Nya. Semua pilihan orang lain harus dihargai seperti diri kita ingin dihargai memilih wasilah agama Islam.

Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat
Selamat hari toleransi internasional.


Curug Leuwi hejo




Welcome broo di perjalanan gua kali ini bagiin cerita perjalan gua di curug leuwi hejo  sentul bogor jawa barat di perjalanan kali ini senernya ada hal yang gua sama temen-temen gak inginkan karena ketika gua udahngelewatin curug kencana  tuh ada turunan yang cukup tinggi ini turunan terakhir untuk sampai curug leuwi hejo nah gua kan jalan paling depan depan karena gua yang megang gps.



 pas gua udah mo nanjak lagi gua kaget ada bunyi ban meledak kenceng banget di belakang  ternyata temen gua tabrakan sama warga setempat lumayan parah dah, disitu kami ngobrol panjang saling salah menyalahi gua udah redem padahal emosi  temen gua tapi dia susah banget di bilanginnya  sampai akhirnya kebetulan ada perhutani yang sedang  patroli  nah disitu kita di ajak ke saunng.

 Untuk ngomongin masalah ini secara kekeluargaan singkat cerita selesai dah tuh masalah nah si perhutani nya  cerita sama kita bahwasannya di situ memang pernah juga ada kecelakaanya nah gua himbau ya broo ke kalian kalau kesini jangan sampai ban lu gundul dan apalgi nih sekarang lagi 
musim hujan  jadi hati-hati ya brooo kalo  lu mo maen ke curug leuwi hejo.


Gua sama temen-temen jalan dah ke curug walaupun salah satu  temen gua ada yang luka tapi dia paksain karena sayang  jauh-jauh dari tangerang ga ke curug sama sekali, perjalanan ke curugnya sih ga terlalu jauh nanti ada penunnjuk arah curug leuwi hejo atau curug barong nah karena memang niat kami ke curug leuwi hejo ya kami tetap kesana nah curug ini juga pernah ada yang celaka karena batu jadi hati-hati sama batu-batuan yang besar memang bener hijau warnanya mantep dah brooo gak nyesel kalau lu sini.
Harga Tiket Curug Leuwi Hejo
Harga sewaktu waktu bisa berubah.
Keterangan
Harga
Tiket masuk
Rp 15.000
Parkir motor
Rp 8000

Jangan samapai kesibukan mu
Mengganggu waktu travel mu
Sekian dan  terima kasih semoga bermanfaat pantengin terus ya postingan gua di perjalanan gua selanjutanya .


Curug Hordeng



Welcome brooo di NganggurOnline kali ini gua bakal ceritain perjalanan gua di curug hordeng . Jam  07:00 gua sama teman-teman otw dari  tangerang selatan rute yang  gua tempuh lewat depok terus nanti timbul di pemda  bogor nah nanti tinggal ke arah sentul  dah  di perjalanan menuju curug hordeng ini kita akan disuguhkan pemandangan yang indah dan di sepanjang  jalan kalian akan menemui banyak curug diantara lain curug love, leuwi hejo, leuwi  lieuk dll. 

Tapi memang kami ingin pergi ke curug hordeng  yah kami lewati saja walaupun penasaran juga sih sebenernya. Perjalanannya memang agak ngeri juga si karena sepanjang  perjalanan jalan yang kami tempuh naik turun nah apalgi pas kami sampe disana hujan pun turun.


 kami menumpang duduk dulu di saung dan ngobrol bareng dengan warga berbicara dengan bahasa sunda kebetulan saya sendiri orang sunda ya jadi kami semakin akrab dan hati-hati broo di jalan yang sudah mendekati  parkiran curug agak bahaya juga broo karena sudah sering ada yang kecelakaan singkat cerita hujan pun reda dan kami pun menyudahi obrolan dengan berjabat tangan. Kami pun melanjutkan perjalanan sesampainya di parkiran motor kami langsung membeli  tiket.


           Harga Tiket Curug Hordeng
Keterangan
Harga
Tiket
Rp 15.000
Motor
Rp 5000

Harga sewaktu-waktu bisa berubah ya broo, dari pintu masuk ke curug kami naik keatas dan turun lagi menuju curug  lumayan lah dapat  menguras tenaga 2 kilo mah ada kali itung-itung olahraga tapi  jangan kuwatir broo  lelah lu bakal kebayar dah  sama pemandangan yang indah gua kan udah pernah kesini dua kali disini jangan waktu-waktu lagi rame dah broo sebab nanti curug nya bakal butek.  


Sebab gua pernah liburan lebaran butek bro ehh pas waktu hari biasa mantep banget tapi kalau lu yang ga punya waktu kalau bukan hahri libur ya jajal ajah bro waktu liburan mudah-mudahan  curug nya ga butek dan lu bisa ngerasain segernya air curug hordeng dan mendapatkan foto yang indah.

Sekian Terima Kasih Semoga Bermanfaat Silahkan Mencoba Dan Jangan Lupa Baca Postingan Gua Yang Selanjutnya.

Curug 7 cilember





Welcome broo di NganggurOnline kali ini gua mau berbagi  cerita di curug 7 cilember gua sama temen-temen berangkat malem dari tangerang selatan emang sengaja mo ngindep di rumah temen yang jaraknya deket dari curug. Nah curug 7 cilember ini terletak di daerah cisarua bogor jawa barat jadi kalo kalian lagi maen ke puncak bisa mampir ke curug ini broo yang dari arah ciawi nanti ada petunjuk nya di sebelah kiri jalan.

 Ke curug ini termasuk mudah ko broo kalian ga bakalan sulit nyari curug ini nah begitu sampai di curug, nah dari pintu masuk deket ko ke curug 7 nya tapi bagi kalian yang mau liat curug yang lainnya siap-siap capek ya kalo gua si cuman nyampe ke curug 5 brooo gua sama temen-temen gua gak sanggup kalo nerusin ke curug yang lebih tinggi dan siap-siap sinyal lu ilang-ilangan apalagi lu ke curug yag lebih atas sebabnya  gua ngobrol sama temen gua yang udah sampe curug 2 nya udah ga ada sinyal sama sekali disana.



 Jalan ke curug 5 ini ada yang masih tanah jadi sendal atau sepatu lu bakal penuh sama tanah apalagi bulan-bulan ini yang emang lagi musim hujan gak lagi musim hujan aja hujan mulu apalagi sekarang lagi musim hujan you know lah bogor kan terkenal dengan kota hujan nah disini juga banyak orang arabnya sebab deket si ke kampung arab terus lu yang takut sama  monyet hindarin jalan-jalan yang banyak monyet tanya ajah ke petugasnya disini juga banyak orang yang buat kreasi dari bunga jadi lu yang mau foto sama bunga itu paling di kenakan biaya 5000 rupiah.


Harga tiket Curug 7 cilember bogor sewaku-waktu dapat berubah.
Keterangan
Harga
Tiket masuk
Rp 20.000
Tiket masuk + camping
Rp 30.000
Parkir
Rp 5000



Jangan lupa bahagia dan selalu tersenyum hidup juga butuh liburan supaya tidak terlalu menoton dengan lika liku kehidupan yang terjadi di perkotaan dan jangan sampai lupa juga ngopi.


Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat silahkan mencoba.





Tebing Keraton




Welcome brooo di NganggurOnline. Nah kali ni gua mo berbagi cerita liburan gua nih di Bandung. Kalian pernah denger ga sih Tebing Keraton pas pertama gua denger  Tebing Keraton gua kira Tebing yang ada di daerah keraton. Akhirnya gua cari tuh  di google nah besok paginya pas nongkrong sama teman-teman gua omongin dah woiii nih ada tempat bagus nih buat liburan bulan ini. Ngobrol kesana kemari dan akhirnya pada minat singkat cerita gua sama teman-teman  berangkat malem dari depok sengaja supaya gak terlalu macet dan dapet sunrise tapi tetep aja si di tanjakan yang mau ke padalarang macet banget nah singkat cerita gua sama teman-teman  sampe juga didalam kawasan Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda sekitar jam 3 pagi

 nah sesampainya di sana sengaja gua sama teman-teman mutusin mampir dulu di warung dekat Tebing Keraton sebab jam tiga di tanjakannya gelap banget mana bulan-bulan ini lagi sering-seringnya hujan jadi jalanan agak licin jadi dah kita ngopi dulu terus makan mie sebab cuaca dingin gini mantep banget buat ngemie setelah makan selesai  kami mendengar adzan subuh kemudian kami shalat dan setelahnya bergegas untuk naik ke Tebing Keraton karena kami tidak ingin ketinggalan sunrise (Matahari terbit) seakan membuka tirai dari lebatnya kabut yang akan memperindah background foto dengan latar belakang lukisan alam yang sangat mengagumkan.




Oya broo, berhubung ditempat wisata yang satu ini terletak didataran tinggi jangan lupa bawa jaket apalagi nih bulan-bulan yang diakhirin dengan “ber” baik itu oktober, november, dan desember gua saranin dah kalo yang pake motor jangan sampe ban nya gundul terus rem nya juga jangan sampe blong.
TIKET MASUK TEBING KERATON BANDUNG
Tiket masuk ke objek wisata ini terbilang cukup murah apalagi dengan keindahan alamnya yang tidak dapat terbayar.

keterangan          Harga
Tiket masuk  :    Rp 11.000
Parkir mobil  :    Rp 10.000
Parkir mobil  :   Rp 5000


Jangan sampai kesibukan mu
Menghambat waktu travel mu

Sekian Dan Terima Kasih Sampai Jumpa Pada Postingan Yang Akan Datang .