Dari Ulama Untuk Bangsa



Ada tiga konsep tentang ukhuwah (persaudaraan), yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). Pentingnya cinta tanah air, terletak pada kepahaman sekaligus kesadaran transendental dari ulama-ulama Indonesia akan pentingnya berbangsa dan bernegara.
Konsep hubbul wathan minal iman (mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman) yang digagas oleh K.H.A. Wahab Hasbullah adalah bukti nyata bahwa nasionalisme menjadi isu penting yang harus diperhatikan. Dan, di negara-negara Teluk, tampaknya hal ini tidak kita temui.

Dalam sebauah wawancara soal kontroversinya memerintahkan Banser untuk menjaga geraja, Gus  Dur pernah mengatakan  kurang lebih seperti ini, “kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja. Sebab, gereja itu ada di Indonesia,Tanah Air kita. Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah apapun di Bumi Indonesia. Pelajaran penting dari ucapan Gus Dur bahwa yang penting dirawat adalah akal sehat untuk selalu menghargai perbedaan dan mencintai tanah dan bangsa tempat kita dilahirkan. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Diriwayatkan oleh Ahmad bahwa Ibnu Abbas mengatakan, adalah Rasulullah S.A.W. Setiap kali mengutus bala tentaranya, maka beliau selalu berpesan: berangkatlah dengan  nama Allah. Dan, janganlah kalian curang, jangan mencuri  harta rampasan, dan jangan membunuh orang-orang yang berada di dalam gereja. Hadis ini sangat penting dalam konteks saat ini bahwa rumah ibadah agama serta keyakinan apapun haram hukumnya diserang dan diluluhlantakan atas alasan dan kepentingan apapun.

Dahulu pernah ada sidang pleno PBNU menyikapi aliran Ahmadiyah. Pada tahap sidang komisi, para anggota sepakat menilai bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Namun di level sidang pleno yang dipimpin Ra`is `Aam NU secara langsung dan didampingi beberapa kiai sepuh lainnya, hasil sidang komisi tersebut diubah. KH. Sahal Mahfudz (Ra`is `Aam NU kala itu) menasihati para anggota sidang komisi fatwa, jangan menggunakan bahasa caci maki. Kita perhalus bahasanya.

Kemuadian KH. Sahal mendikte redaksi kata-katanya: aliran Ahmadiyah adalah aliran agama Islam yang ditolak oleh umat Islam internasional. Sepintas tidak ada yang  beda . Namun kalau kita cermati maksud Mbah Sahal, ada ilmu hikmah yang bsa kita petik. Bahasa caci maki menunjukkan aroma kebencian. Jika para elite PBNU menggunakan redaksi bahasa caci maki, bisa “habis” orang-orang Ahmadiyah

Dari kedua cerita di atas pentingnya tiga konsep ukhuwah untuk membuat perdamaain apalagi di negeri kita yang memang sangat beragam.
Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat pantengin terus ya postingan-postingan saya di ngangguronline


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »